This my favor story collection. My mom took from many source ^o^ Let`s enjoy to read....

My Photo
Name:
Location: Nagaoka, Niigata-Ken, Japan

Previous Posts Daily Reads/Friends

Hi, I`m Fayza Nirwasita and Himeriko Awahita. Fayza called caca, borned at July,9th 2002 at Hermina,Depok-Jakarta. Himeriko called hime, borned at March,13th 2007 at Niseki Hospital-Nagaoka,Japan. Now we grew up at Nagaoka-Japan while my lovely papamama studied here.

Kalau kita mau belajar mengalihkan pandangan kita ke dalam diri sendiri, mau mengenal keadaan hati dan pikiran sendiri secara jujur, akan tampaklah bahwa selain kejam, kita pun munafik-munafik besar. Mulut bicara tentang saling kasih antar manusia, namun mata memandang penuh iri dan benci, tangan dikepal siap saling hantam, hanya untuk memperebutkan uang, kedudukannya, nama dan juga memperebutkan... kebenaran bukan lain hanyalah kebenaran diri sendiri masing-masing dan karenanya menjadi kebenaran palsu.KPH

Powered by Blogger

Monday, September 19, 2005

Berlian dan Katak

Di sebuah desa, tinggallah seorang wanita dengan dua anak gadisnya. Gadis
yang sulung sangat mirip dengannya. Wajah dan sikapnya bagai pinang dibelah
dua! Mereka berdua sama-sama angkuh dan pemarah.

Berbeda sekali dengan gadis yang bungsu. Ia mirip sekali dengan ayahnya yang
sudah meninggal. Ia baik sekali dan hatinya lembut. Wajahnya pun cantik.
Namun, ibunya malah benci padanya. Si gadis bungsu sering disuruh melakukan
pekerjaan-pekerjaan berat.

Salah satunya adalah mengambil air setiap hari di sebuah mata air yang jauh
sekali. Suatu hari, seperti biasanya gadis bungsu bertugas mengambil air.
Setelah mengambil seember penuh, gadis bungsu kembali pulang. Di jalan, ia
berjumpa dengan seorang nenek yang miskin. Nenek itu meminta segelas air
untuk diminum,"Gadis cantik, bolehkah aku meminta air? Aku haus sekali."

Gadis bungsu segera menawarkan air yang dibawanya. Ia lalu mengangkat ember
yang dibawanya, supaya nenek itu bisa minum dengan lebih mudah. Nenek minum
sepuasnya, lalu berkata,"Aah.. segarnya.. Terima kasih banyak, Nak. Kamu
gadis yang baik sekali. Hatimu secantik wajahmu. "
Ternyata, wanita tua itu adalah seorang peri cantik yang sedang menyamar. Ia
ingin melihat bagaimana sikap gadis ini terhadap orang lain. Maka, gadis
bungsu pun diberi hadiah. Kata peri,"Setiap kali kamu berbicara, dari
mulutmu akan keluar bunga ataupun perhiasan."

Saat gadis bungsu kembali ke rumah, ibunya sudah menunggu di depan pintu
sambil berteriak marah-marah. "Apa sih yang membuatmu berlama-lama di mata
air?" tanya ibu.

Gadis bungsu menjawab, "Maafkan aku, ibu, karena telah membuatmu menunggu."

Saat gadis bungsu berbicara, keluar dua buah mawar, dua buah mutiara dan dua
buah berlian dari mulutnya! Ibu terkejut melihatnya! Ibu lalu ingin tahu apa
yang telah terjadi.

Gadis bungsu lalu menceritakan apa yang telah dialaminya. Sementara itu,
mutiara dan berlian terus keluar dari mulutnya. Si ibu senang sekali. Ia
langsung mengambil semua yang keluar dari mulut anak bungsunya.

Lalu Ibu segera menyuruh anak sulungnya untuk melakukan hal yang sama. Gadis
sulung senang sekali juga ingin mutiara dan berlian keluar dari mulutnya
kalau ia bicara.

Gadis sulung segera pergi ke mata air sambil membawa teko air perak terbagus
di rumahnya. Namun, di perjalanan, gadis itu menggerutu saja karena jaraknya
jauh!

Tak lama kemudian, sampailah ia di mata air. Ia lalu melihat seorang wanita
yang anggun sekali. Bajunya indah. Wanita itu lalu berkata padanya,"Bolehkah
aku meminta segelas air, gadis manis? Aku haus."

Sebenarnya wanita ini adalah peri yang tadi. Kini ia menyamar sebagai
seorang wanita bangsawan.

Gadis sulung menjawab dengan nada angkuh, "Aku datang kesini bukan untuk
menyediakan air untukmu. Tapi, kalau kau mau, minum saja air ini!". Lalu
gadis sulung menyodorkan begitu saja teko peraknya dengan sangat tidak
sopan.

Wanita anggun itu sadar bahwa si gadis sulung bukanlah gadis yang sopan dan
baik hati. Walaupun begitu, ia tetap memberikan hadiah kepadanya. " Hadiah
apa ya yang kira-kira pantas untukmu?"

Saat kembali ke rumah, ibu sudah menunggu di depan pintu. Dengan tak sabar,
ibu langsung meminta gadis sulungnya bicara. Gadis sulung lalu bicara,
langsung dua ekor ular dan dua ekor katak keluar dari mulutnya! Ibu langsung
pingsan saking terkejutnya!


| bibipbondry posted at 4:35 AM |


0 Comments:

Want to Post a Comment?

Get awesome blog templates like this one from BlogSkins.com