This my favor story collection. My mom took from many source ^o^ Let`s enjoy to read....

My Photo
Name:
Location: Nagaoka, Niigata-Ken, Japan

Previous Posts Daily Reads/Friends

Hi, I`m Fayza Nirwasita and Himeriko Awahita. Fayza called caca, borned at July,9th 2002 at Hermina,Depok-Jakarta. Himeriko called hime, borned at March,13th 2007 at Niseki Hospital-Nagaoka,Japan. Now we grew up at Nagaoka-Japan while my lovely papamama studied here.

Kalau kita mau belajar mengalihkan pandangan kita ke dalam diri sendiri, mau mengenal keadaan hati dan pikiran sendiri secara jujur, akan tampaklah bahwa selain kejam, kita pun munafik-munafik besar. Mulut bicara tentang saling kasih antar manusia, namun mata memandang penuh iri dan benci, tangan dikepal siap saling hantam, hanya untuk memperebutkan uang, kedudukannya, nama dan juga memperebutkan... kebenaran bukan lain hanyalah kebenaran diri sendiri masing-masing dan karenanya menjadi kebenaran palsu.KPH

Powered by Blogger

Friday, September 02, 2005

Si Burung Bangau

Hari itu adalah hari yang indah. Seekor burung bangau memutuskan untuk
berjalan-jalan menelusuri sungai. Sambil berjalan-jalan, bangau itu juga
ingin mencari makan. Ia berjalan perlahan-lahan dengan kakinya yang kecil
dan panjang, sambil melihat-lihat ke sungai.

Tak berapa lama, bangau itu melihat seekor ikan sedang berenang-renang di
sungai yang jernih. Ikan itu tak terlalu besar, tapi itu ikan kesukaan
bangau. Yaitu ikan mas. Kalau mau, bangau itu bisa menangkapnya dengan
sangat mudah. Namun, bangau itu berpikiran lain,"Ikan itu kurang besar.
Lagipula aku masih belum terlalu lapar. Akan aku tunggu ikan lain yang lebih
besar saja."

Ya, bangau memang tidak mau makan kalau ia tidak benar-benar lapar. Jadi, ia
biarkan saja ikan itu berenang. Bahkan waktu ikan itu mendekatinya, bangau
tidak berusaha untuk menangkapnya. Ia malah terus saja berjalan. Bangau itu
ingin mendapatkan ikan yang lebih besar. Dengan sombong, bangau berkata,
"Ikan kecil bukan makanan yang tepat untuk bangau seperti aku!"

Bangau lalu melanjutkan perjalanannya menyusuri sungai. Dalam perjalanan
itu, bangau kemudian bertemu dengan seekor ikan mas kecil. Ikan itu lebih
kecil dari yang ia temui tadi. Bangau hanya memandang ikan itu sebelah mata.
"Lagi lagi ikan kecil! Bukan makanan untuk seekor bangau seperti aku! Aku
pantasnya makan ikan yang besar dan gemuk!"

Sekali lagi, bangau itu membiarkan ikan berenang menjauh. Bangau bahkan tak
berusaha untuk menangkapnya.

Bangau melanjutkan perjalanannya. Tak lama, matahari mulai tinggi. Bangau
mulai merasa lapar. Ia terus berjalan sambil berharap menemukan ikan yang
besar dan gemuk.

Tak terasa, malam pun tiba. Bangau masih juga kelaparan. Ia belum menemukan
ikan yang diinginkannya. Bangau pun kini berjalan-jalan di pinggiran desa.
Ia mencari makanan lain disana. Siapa tahu ada sisa-sisa makanan yang bisa
ia makan.

Sambil mencari sisa-sia makanan, bangau membayangkan dua ekor ikan yang ia
temui di sungai. Ia menyesal sekali tidak menangkap ikan-ikan itu. Padahal
kesempatannya sudah di depan mata, tapi ia lewatkan begitu saja. Ia terlalu
sombong untuk memakan ikan kecil.

Kini, bangau itu hanya makan remah-remah roti yang terjatuh di tanah. Sambil
makan, bangau itu berpikir, "Kalau aku tak sombong, pasti aku makan nikmat
hari ini.. Ah, aku menyesal!"

Ternyata bangau itu masih memikirkan dua ekor ikan segar yang lezat yang
seharusnya bisa ia dapatkan tadi.

[Dongeng ini diambil dari 365 Cerita Sebelum Tidur, yang ditulis oleh
Maureen Spurgeon]


| bibipbondry posted at 3:17 PM |


0 Comments:

Want to Post a Comment?

Get awesome blog templates like this one from BlogSkins.com